Minggu, 18 Oktober 2009

Pembuatan Dodol Durian

0 komentar

Pembuatan Dodol Durian (LEMPOK)

membuat-lempok
Lempok adalah dodol dengan bahan utama dari buah durian yang merupakan makanan olahan tradisional andalan masyarakat Sumatera Selatan dan sekitarnya. Pembuatan lempok ini dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat dengan teknologi sederhana.

Potensi pasar lempok sangat tinggi baik dalam maupun luar daerah, hal ini dapat dilihat dari bahan utama yang digunakan dalam dodol ini sangat digemari oleh banyak konsumen. Dengan harga lempok yang relatif mahal, lempok akan memberikan nilai tambah yang sangat menguntungkan bagi produsen.

Kendala yang dihadapi para produsen lempok adalah kurangnya peran pihak terkait dalam hal promosi yang menyebabkan pemasaran lempok hanya terbatas pada sekitar lokasi usaha saja. Sehingga dalam hal ini perlu adanya peran pemerintah untuk memperkenalkan komoditas ini ke daerah lain sampai ke luar pulau. Selain itu kendala lain yang dihadapi adalah kualitas dodol yang dihasilkan masih beragam serta kualitas kemasan yang digunakan masih sederhana.

Berikut ini adalah proses pengolahan dodol lempok:

Bahan dan Alat
Durian masak : 4-5 kg
Gula pasir : 1 kg
Garam : 1 sendok teh
Pisau besar
Tungku
Pengaduk
Plastik pembungkus

Cara Pengolahan
1. Durian dibuka dan dimbil isinya.
2. Pisahkan daging buah dari isinya
3. Tambahkan gula pasir sebanyak 1 kg untuk setiap daging buah sebanyak 4-5 kg dan 2 sendok teh garam.
4. Semua bahan dinmasukkan ke dalam kuali yang diletakkan pada tungku. Tungku dibuat dari drum bekas dibagi dua (setengah bagian drum) kemudian dibuat lubang kayu
5. Bahan yang ada di kuali diaduk terus menerus, Api jangan terlalu besar. Lama pengadukan sekitar 3-4 jam.
6. Lempok siap diangkat dan dianggap matang jika sudah tidak lengket di pengadukan.
7. Lempok siap dikemas dalam plastik dan diberi label.

(Sumber Gambar : Indonesia.trulyasia.blogspot)

Read full story

Tas Mote

0 komentar

Tas Mote Beromset Puluhan Juta Rupiah

tas-mote-cantik

Banyak pernak-pernik aksesoris kebutuhan wanita, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Mulai dari pakaian, perhiasan sampai dengan dandanan adalah barang yang paling sering diburu oleh kaum hawa.

Salah satu aksesoris yang menjadi incaran wanita untuk bergaya adalah tas tangan. Biasanya dipakai untuk acara pertemuan dan juga untuk acara pernikahan. Model dan jenis bahannya bermacam-macam mulai dari kulit binatang sampai batok kelapa. Salah satu jenis tas yang menjadi mode adalah tas mote yang mempunyai ciri khusus ujung-ujungnya berjumbai beruntaian mote.

Kami berhasil menemui salah seorang pengusaha tas mote di daerah Polanharjo Klaten. Pengusaha yang memiliki nama Taufik Nur Hidayat ini meneruskan usaha yang dirintis oleh keluarganya sejak tahun 1995. Pada waktu itu belum ada pengrajin tas mote, bisa dikatakan usaha keluarga taufik merupakan pioneer dalam bisnis tas mote ini.

Proses produksi

Bahan baku yang diperlukan di usaha ini utamanya kain, mote, dan fayet. Semua
bahan ini sekarang bisa diperoleh di dalam negeri, dulu mote yang ada di indonesia berasal dari negara Taiwan. Beberapa tahun yang lalu berdiri pabrik yang memproduksi mote di Tangerang.

Harga dari kain setiap yarnya adalah Rp. 4500,-, dengan ukuran segitu bisa memproduksi tas sebanyak 2 buah. Mote dibeli dengan harga Rp. 8.000,- per pon, bisa memproduksi tas sebanyak 2 buah. Fayet mempunyai harga yang tinggi dibanding bahan lainnya yakni Rp.21.000,- per pon, bisa memproduksi untuk tas sebanyak 10 buah.

Untuk pengerjaannya taufik bekerjasama dengan masyarakat sekitar dengan upah bervariatif tergantung jenis tasnya, berkisar antara Rp.3.000,- sampai Rp.8.000,- per tas. Selain bekerjasama dengan masyarakat sekitar Taufik juga mempekerjakan 4 orang yang bertugas sebagi tukang lem, mereka rata-rata digaji Rp. 20.000,- per orang per hari.

Saat ini produk yang bisa dihasilkan dalam sebulan paling sedikit adalah seribu buah tas. Harga jual yang dia kenakan kepada pembeli partai adalah yang paling rendah Rp. 6.000,- sampai yang paling tinggi Rp. 25.000,-. Bicara masalah omset Pria Lulusan Teknik Kimia UGM ini menjelaskan bahwa omset terendah yang dia peroleh setiap bulannya Rp. 50 juta dan tertinggi Rp. 100 juta pada tahun 2008.

Pemasaran

Produk tas mote ini sudah tersebar dari mulai kota lokal hingga ke luar pulau, bahkan ada pelanggan yang berasal dari Papua. Biasanya pedagang yang bersal dari kota sekitar Solo mendatangi rumah Taufik untuk mengambil tas, tapi untuk Luar kota taufik biasa kirim melalui jasa ekspedisi.

“Baru-baru ini Kami juga dapat pesanan dari malaysia” kata Taufik. “Tapi kami masih bingung bagaimana prosedur untuk pengiriman ke Luar negeri, karena sebelumnya kita belum pernah mengirim ke Luar negeri” tandas Taufik. Penulis kemudian menyarankan kepada Taufik untuk mendatangi kantor bea cukai untuk meminta penjelasan tentang peraturan pengiriman barang ke luar negeri.

Kendala

Kendala yang sering terjadi adalah apabila ada lonjakan permintaan, terjadi kekurangan tenaga kerja untuk menyelesaikan pesanan. Untuk masalah ramai dan sepinya orederan tergantung kebiasaan berbelanja masyarakat. “Kalau mendekati hari raya biasanya sangat ramai, untuk saat-saat seperti ini kondisinya lagi sepi” jelas Taufik sambil tersenyum.

Kendala yang terberat dirasakan oleh taufik dalam menjalankan usaha ini adalah persaingan yang ketat. “ Dulu kita biasa mengambil keuntungan antara 25% sampai 30%, sekarang paling kita bisa ambil untung antara 10%-15%” pungkas Taufik mengakhiri pembicaraan.

Simulasi Keuntungan Usaha

Pengeluaran :
Bahan baku
Kain : 500 yar x Rp. 4.500,00 = Rp. 2.250.000,00
Mote : 500 pon x Rp. 8.000,00 = Rp. 4.000.000,00
Fayet : 100 pon x Rp.21.000,00 = Rp. 2.100.000,00
Total Bahan Baku = Rp. 10.350.000,00

Tenaga Kerja
Pengerjaan tas : 1.000 tas x Rp. 8.000,00 = Rp. 8.000.000,00
Pengerjaan Pengeleman : 4 orang x Rp. 600.000,00 = Rp. 2.400.000,00
Total tenaga kerja = Rp. 10.400.000,00
Total Pengeluaran = Rp. 20.750.000,00

Pendapatan :
Penjualan Tas Mote : 1000 tas x Rp. 25.000,00 = Rp. 25.000.000,00
Total pendapatan = Rp. 25.000.000,00

Keuntungan :
Rp. 25.000.000,00 – Rp. 20.750.000,00 = Rp. 4.250.000,00

(sumber gambar : iklanmas.com)

Read full story

Kerajinan Bordir

0 komentar

Prospek Cerah Sektor Usaha Unggulan Kerajinan Bordir

usaha-kerajinan-bordir

Kerajinan bordir merupakan salah satu sektor usaha unggulan yang dapat menopang peningkatan taraf hidup masyarakat di Indonesia. Kerajinan bordir juga terbukti mampu menembus pasar ekspor. Salah satunya pengusaha yang berhasil dalam usaha kerajinan bordir adalah ibu Mutia.

Usaha ini dilakoni bu Mutia, pemilik Mutia Bordir sejak tahun 1987. Awalnya dia mendapat bantuan 1 buah mesin jahit dari P2WIK yang sekarang awam orang dikenal dengan dinas deperindag.

“Saya selalu ingat mbak, dulu saya dibilangin bapaknya (pihak P2WIK) untuk jadi pengusaha,” ungkapnya serambi tertawa. Namun usahanya sekarang telah berkembang. Dari hanya mempunyai 1 buah mesin jahit, sekarang menjandi lebih dari 10 buah mesin jahit, dengan beberapa karyawan.

Punya Keunggulan Tersendiri

Dalam ruangan berukuran sekitar 2 x 5 m inilah usaha Mutia Bordir dibuat. Mutia Bordir lebih mengkhususkan dibidang garmen. Produk yang dihasilkan berupa baju-baju dengan bordir yang khas.

Konsumen akan dapat langsung melihat keunikan motif bordir yang menempel pada baju-baju yang dihasilkan dari Mutia Bordir. Motifnya yang klasik hampir seperti motif batik tulis menjadi keunggulan Mutia Bordir untuk bersaing dengan kompetitor yang lain.

Mutia Bordir memang belum lama beralih ke motif klasik ini, namun demi memenuhi keinginan pasar yang terus berkembang pilihan untuk menemukan satu inovasi yang baru harus terus berkembang.

“Inovasi untuk desain itu harus selalu berjalan bahkan berlari mbak,” ungkap ibu dengan perawakan mungil ini. Bahan baku pokok untuk usahanya ini dibelinya dari satu pabrik di Medari Sleman sedangkan bahan kombinasi hanya dibelinya dipasar terdekat.

Produk dari Mutia Bordir sangatlah terjangkau, rata rata berkisar antara 80ribu rupiah. Saat ini bu Mutia mengakui sedang kekurangan sumber daya manusia yang terampil, namun usahanya tetap berjalan seperti biasanya.

Prospek Pasar

Pecinta Mutia Bordir memang barulah domestik saja, selain memenuhi pasar Jogjakarta kebanyakan produknya lari ke Jakarta dan ada beberapa diantaranya ke Surabaya, bahkan Riau. Mutia Bordir bekerja memang bedasarkan dari pesanan yang ada selain menyediakan stok untuk gerai kecil didalam rumah bu Mutia sendiri.

Karena memang sudah sangat lama usaha dibidang ini Mutia Bordir mempunyai banyak kolega yang biasa memesan produknya untuk dipasarkan, walaupun diakui ibu yang selalu murah senyum ini sangatlah banyak usaha yang bergerak dibidang yang sama dengan yang dilakoninya tersebut.

Omzet penjualan bisa mencapai 10 juta rupiah dalam sebulan. Untuk para karyawannya, bu Mutia memberi upah sesuai dengan bagian kerja yang mereka lakukan yakni antara 15.000 sampai 25.000 per harinya dan jika banyak pesanan sistem upah borongan.

Jenis produk bordir bermacam-macam satu diantaranya adalah pakaian. Permintaan produk bordir berupa pakaian senantiasa mengalami peningkatan terutama menjelang perayaan hari besar umat Islam yaitu pada Idul Fitri dan Idul Adha.

Permintaan produk bordir lainnya relatif stabil tidak terlalu terpengaruh dengan hari-hari besar Islam. Produk-produk dimaksud seperti louper, bedcover, penunjang alat makan dan lain-lain. Sebagian besar produk bordir ditujukan untuk memenuhi permintaan konsumen luar negeri, hanya 40% produksi bordir yang ditujukan untuk konsumen dalam negeri.

Untuk pengembangan ekspor produk-produk bordir agar tetap diminati oleh konsumen di luar negeri, peningkatan mutu desain serta diversifikasi produk akan sangat membantu mempertahankan selera konsumen.

Tahap Perkerjaan Kerajinan Bordir

Tahap pekerjaan secara garis besar dibagi menjadi 10 macam :
1. Menyediakan dan menyiapkan alat-alat yang diperlukan.
2. Menyiapkan dan membuat desain motif.
3. Memindah atau menjiplak desain motif pada kain yang hendak dibordir.
4. Memasang kain yang sudah diberi motif pada ring.
5. Memilih, menentukan dan memasang benang bordir pada mesin bordir.
6. Menyiapkan, memeriksa dan menggerakkan mesin bordir yang hendak kita pakai.
7. Membuat bordiran sesuai dengan motif pada kain.
8. Membuat krawang dengan alat solder apabila krawang tidak dibuat langsung dengan mesin bordir.
9. Membersihkan sisa-sisa benang bordir yang melekat dibalik permukaan kain yang sudah dibordir.
10. Menyetrika hasil bordiran agar kelihatan bagus.

Simulasi Keuntungan Usaha Kerajinan Bordir

Pengeluaran
Pembelian Bahan Baku : Rp. 3.000.000,00
Biaya Operasional 1 Bulan : Rp. Rp. 500.000,00
Gaji 10 orang karyawan @ Rp. 400.000,00 : Rp. 4.000.000,00
Total Pengeluaran : Rp. 7.500.000,00

Pemasukan
Penjualan Baju Bordir 1 bulan (100 potong) : Rp. 10.000.000,00

Laba Bersih
Rp. 10.000.000,00 – Rp. 7.500.000,00 : Rp. 2.500.000,00

(sumber gambar : www.bi.go.id)

Read full story

Pembuatan Kecap Ikan

0 komentar

Pembuatan Kecap Ikan

kecap-ikan

Kecap adalah cairan jernih berwarna coklat yang mempunyai bau dan rasa yang khas serta banyak mengandung nitrogen terlarut dan garam. Kecap sebagai produk olahan sangat jarang atau bahkan tidak dikonsumsi secara langsung tetapi umumnya dijadikan bahan penyerta atau pemberi cita rasa pada masakan tertentu. Dengan demikian kecap berfungsi penyedap masakan atau ditambahkan pada nasi.

Kecap yang beredar di masyarakat digolongkan menjadi kecap asin dan kecap manis. Kecap asin mempunyai konsistensi yang encer, berwarna jernih dan mempunyai flavor seperti garam. Cita rasa yang khas ditimbulkan terutama berkaitan dengan senyawa-senyawa hasil biodegradasi protein yang berkombinasi dengan unsur-unsur gizi lain (lemak dan karbohidrat) yang terdapat dalam bahan makanan. Kecap dapat dibuat dari ikan-ikan ekonomis atau non ekonomis, isi perut atau dari berbagai macam jenis kerang-kerangan misalnya kupang.

Cara pembuatan kecap ikan tidak selalu sama. Masing-masing mempunyai cara tersendiri tergantung selera, kebiasaan serta ketrampilan si pembuat. Oleh karena itu kualitas produk yang dihasilkan juga berbeda-beda. Selain secara fermentasi dengan penambahan garam, kecap ikan dapat dibuat dengan cara hidrolisis enzimatis. Penambahan enzim pada pembuatan kecap ikan berfungsi untuk mempercepat hidrolisis protein.

Bahan dan Alat

Bahan :
Ikan, Enzim papain

Bumbu-bumbu :
Gula merah, Wijen, Laos, Pekak, Sereh, Ketumbar, Bawang putih, Kemiri, Daun salam

Alat-alat
Kompor, pisau, panci, blender, termometer, kain saring

Cara Pembuatan

1. Daging ikan yang sudah dihancurkan sebanyak 50 g dimasukkan ke dalam wadah berisi 250 ml air
2. Enzim dicampurkan dengan konsentrasi 0,6%
3. Diinkubasi pada suhu 50˚C selama 32 jam
4. Didiamkan selama 30 menit kemudian disaring dengan kain saring sehingga didapatkan hasil hidrolisa daging ikan yang siap dimasak
5. Mencampur hasil hidrolisa daging ikan dengan bumbu yang sudah disangrai terlebih dahulu, dan memasaknya selama 15 menit. Bumbu yan gditambahkan adalah gula merah, laos, sereh, bawang putih, daun salam, ketumbar, pekak, wijen, adas, dan kemiri.
6. Setelah selesai pemasakan, kecap yang dihasilkan disaring.

sumber: http://bisnisukm.com/pembuatan-kecap-ikan.html#more-1100

Read full story